Kamis, 26 Januari 2012

Keutamaan Belajar Alqur'an

KEUTAMAAN BELAJAR ALQUR'AN

1.    Dekat dengan Allah SWT

إن لله أهلين من خلقه قالوا ومن هم يا رسول الله قال أهل القرآن هم أهل الله و خاصته

    “Sesungguhnya Allah SWT memiliki orang-orang yang dekat dengan Nya dari makhluknya,mereka (shahabat) bertanya "siapa mereka wahai Rasulullah ?" beliau menjawab : Ahlul Qur'an (para pelajar Alqur'an)merekalah orang-orang dekat dan istimewa Allah SWT” 



2.     Standar Kebaikan
               
خيركم من تعلم القرآن وعلمه

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alqur'an dan mengajarkannya

3.    Naik ke Derajat Yang Tinggi Disurga

قيل لصاحب القرآن اقرأ و ارتق و رتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلك عند آخر آية تقرأها

“Dikatakan kepada seorang pecinta Alqur’an : baca dan naikklah dan teruslah membacanya dengan tartil sebagaimana dulu engkau baca didunia sesungguhnya derajatmu adalah pada  ayat terakhir yang engkau baca”  

4.    Bertambahnya Iman

Mempelajari,membaca dan menghafalkan Al qur’an adalah bentuk ketaatan dan kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala maka semakin banyak perbuatan ini kita lakukan berarti semakin bertambah kadar keimanan kita selaku hamba Allah subhanahu wata’ala sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.

Yang dimaksud dengan orang-orang yang beriman pada ayat diatas adalah  orang yang sempurna imannya.Sedangkan yang dimaksud dengan frasa : “disebut nama Allah” ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.


5.    Mendapatkan Kedudukan Yang Tinggi

لقي نافع بن عبد الحارث عمر بعسفان وكان عمر استعمله على أهل مكة فقال من استعملت على أهل الوادي قال ابن أبزى قال ومن ابن أبزى قال مولى من موالينا قال فاستخلفت عليهم مولى قال إنه قارئ لكتاب الله عز و جل وإنه عالم بالفرائض قال عمر أما إن نبيكم صلى الله عليه وسلم قال إن الله يرفع بهذا القرآن أقواما ويضع به آخرين

    Nafie’ bin Abdul Harits bertemu dengan Umar di Usfan padahal Umar telah menugasinya di Mekkah maka Umar pun berkata : siapa yang sekarang Engkau tugaskan atas warga Mekkah ? Maka Nafie’ menjawab : Ibnu Abza ! Umar bertanya lagi : siapa Ibnu Abza ? Salah seorang bekas budak Kami ! Umar berkata : Kenapa malah Engkau tugaskan atas mereka seorang bekas budak ? Jawab Nafie’ : sesungguhnya ia adalah seorang Qori’ Kitab Allah dan ulama Faraidh .Maka Umar pun menukas :Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda : Allah subhanahu wataala menaikkan derajat suatu kaum dan menghinakan sebagian lainnya dengan Alqur’an ini  

    Umar bin Khattab selalu mengumpulkan para Ahlul Qur'an dalam majlisnya untuk didengar pendapat mereka dalam musyawarah 

6.    Mendapat Nilai Keutamaan Dakwah

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

7.    Prioritas dalam Menjadi Imam Sholat

يؤم القوم أقرؤكم لكتاب الله

    Yang menjadi Imam dalam suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya diantara kalian 

8.    Prioritas dalam Penguburan

     Dalam firman Allah subhanahu wata’ala:
ثم أورثنا الكتاب الذين اصطفينا من عبادنا
    “Kemudian Kami wariskan Kitab (Alqur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami” (semua orang yang mempelajari dan mengajarkan Alqur’an adalah termasuk orang-orang yang dipilih Allah subhanahu wata’ala dari anak Adam bahkan sesungguhnya seorang penghafal Alqur’an didahulukan dari yang lain saat proses penguburan setelah meninggal dunia maka bila yang akan dikuburkan dalam satu lubang berjumlah banyak pastilah yang pertamakali dimasukkan adalah sang Penghafal Alqur’an)

9.    Pelaksanaan (istijaabah) Atas Perintah Rasulullah SAW
   
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam member contoh dan memerintahkan ummatnya untuk mempelajari Alqur’an seperti dalam sebuah hadits :
تعلموا القرآن وعلموه الناس
    “Pelajarilah Alqur’an dan Ajarkanlah ia kepada manusia”
    Maka menjadi kewajiban kita untuk siap dan tanggap dengan apa yang telah diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut karena apapun yang telah diperintahkannya hukum dasarnya adalah wajib dan pelaksanaan kewajiban tersebut adalah dalam rangka melahirkan kebaikan baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat yang lebih luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar