Jumat, 30 Oktober 2015

Syiah Agama Dusta dan Haus Darah






Alhamdulillah, Shalawat dan Salam keatas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, keluarganya dan para Shahabatnya.

"Tidak kudapati satu sekte pun yang paling  pendusta selain Rafidhah"

Demikian asy-Syafi'i rahimahullah memberikan penilaian terhadap Syiah Rafidhah atau yg dikenal pula dengan Itsna ‘Asyariyyah alias Syiah 12 Imam yg saat ini sedang berada dalam satu fase pergerakannya untuk menyebar faham penuh dustanya serta menancapkan pengaruhnya di seantero dunia.

Asli tulisan ini adalah pengantar kajian di sebuah grup whatsapp pada tanggal 16 oktober 2015. Setelah diedit sana sini jadilah tulisan ini akhirnya. Harapannya dapat memperluas manfaatnya kepada para pembaca sekalian. Terimakasih atas waktu yang disediakan untuk membacanya.

Kembali kepada tema kita, betapa tidak kita katakan penuh kedustaan dan berdarah-darah kalau sejak lahir dan berkembang hingga saat ini selalu terlibat dengan dusta, pembunuhan, pengkhianatan, dan penghalalan seks bebas terselubung. Puncak kesesatan itu adalah ketika semua tindakan biadab itu distempel dengan tinta para Mullah dan serigala berjubah dilenngkapi sorban putih melilit kepala. Mereka mampu menulis dan mengajarkan kebohongan, sumpah serapah serta omong kosong yang dibungkus dalam kitab-kitab besar berjilid-jilid.

Horor betul tampaknya. Ya itulah fakta historisnya yang tercatat dalam lembaran sejarah dunia, walau dicoba dikaburkan dan disimpangkan faktanya. Tanyalah tanah Karbala siapa yang sebetulnya telah mengantarkan Husain putra Ali syahid terzhalimi, tanyalah sudut-sudut Baghdad dan tepian  sungai Euphrat dan Tigris siapa pembuka jalan Holako bersama pasukan Tatarnya menyapu dan menumpahkan jiwa, harta dan kehormatan kaum muslimin, tanya pula kairo dan aleksandria apa yang telah dilakukan pasukan Ubaidiyyah terhadap penduduk sunni saat mereka berkuasa..

Syiah sejatinya hanyalah sebuah kosa kata yg berarti pendukung, penolong, golongan, pengikut. Tidak lebih. Alquran menggunakan kata ini dlm Maryam 69 bermakna kelompok, jamaah atau ummat, dalam al-An'am 159 bermakna firqoh atau kelompok/golongan, dalam al-Qamar 51 dengan arti orang2 semisal, dalam al-Qashash 15 dengan makna pengikut, loyalis dan penolong. Dan itulah makna2 kata syiah secara kebahasaan.

Makna inipun tidak berkembang jauh pada masa dekat terjadinya pertikaian Ali dengan Muawiyah setelah Shiffin. Satu pihak yg mendukung kebijakan Ali  Sang Khalifah terbaiat saat itu disebut dengan syi'ah Ali sedangkan yg lebih cenderung membela Muawiyah disebut Syiah Muawiyah. Artinya masing2 adalah kelompok atau golongan loyalis mereka. Fakta sejarahnya sekalipun mereka bertikai secara fisik akan tetapi tidak ada yg mengkafirkan satu dengan yg lain bahkan bisa bertukar giliran mengambil air dari sumber yg dikuasai oleh satu pihak.

Tidak dikenal pengkafiran atau melempar ejekan menghina dari satu pihak kpd yg lain. Perbedaan yg terjadi adalah perbedaan ijtihad kebijakan politik yg masing2 punya dalil alasan syar'ie. Sehingga pada masa Hasan bin Ali beliau rela menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah seorang.

Berbeda halnya ketika kalimat Syiah ini mengalami perkembangan makna dari sekedar perbedaan tersebut diatas hingga berubah pada tafdhil atau mengutamakan Ali  daripada sahabat lain. Dukungan semacam ini terlihat pada beberapa tabiin seperti Abul Aswad ad-Duali, Yahya bin Ya'mur, Salim bin Abi Hafshah, termasuk Abdurrazzaq bin Hammam dari Yaman penulis al-Mushannaf yg tergolong karya rujukan awal dlm hadits.

Tetapi rupanya term syiah terus berkembang - berkat jasa Abdullah bin Saba' - hingga sampai pada faham ekstrim melebihkan Ali, dan bahwa haknya sebagai khalifah dirampas oleh Abu Bakr dan Umar, mengkafirkan semua sahabat apalagi yg hadir dalam peristiwa Ghadir Khum, kecuali beberapa orang saja, melaknat Aisyah dan Hafshah, bahkan terekstrim adalah faham menuhankan Ali. Radhiyallahu 'anhum wa Akhzaa Man Sabbahum. Berdasarkan beberapa pendapat yg diyakini dari biasa hingga ekstrim kemudian syiah diklasifikasikan menjadi beberapa sekte. Beberapa yang masih hidup hingga sekarang adalah Itsna ‘Asyariyyah atau dengan Ja’fariyyah, Ismailiyyah, Nushairiyyah dan Zaidiyyah.

Secara terminologis Dr. Ghalib al-'Awaji (1999) memilih definisi berikut:  Syiah adalah nama yg diberikan bagi semua orang yg mengutamakan Ali dari Khulafaur Rasyidin sebelumnya dan memandang bahwa 'ahlul bait' lebih berhak atas kekhalifahan serta batalnya kekhalifahan selain mereka. Definisi ini disebut yg paling mencakup pengertian seluruh sekte syiah yg ada.

Pembahasan akan lebih meluas bila ditelusuri munculnya beberapa sekte syiah. Diantaranya yg terkenal seperti diklasifikasikan beberapa pakar firaq adalah Sabaiyah, Kaisaniyah, Zaidiyah, dan Rafidhah (yg  pada awalnya berjuluk Imamiyah).

Syiah bau amis darah karena sepanjang sejarahnya telah menumpahkan darah kaum muslimin seperti pembunuhan Husain dan keluarganya, beberapa upaya pemberontakan masa Bani Umayyah dan Abbasiyah, peranan intelijen dan pengkhianatan masa kejatuhan Baghdad, penguasaan atas Mesir, kolaborasi dengan kristen dlm aneksasi terhadap al-Aqsha dan sekitarnya, pemaksaan faham Syiah terhadap rakyat Iran sejak masa dinasti Shafawid hingga saat ini.

Sedangkan dalam konteks penanaman faham dan penyebaran ajaran maka Syiah telah dikenal sejak masa pembukuan hadits sebagai para pembuat hadits palsu. Lebih 'ajib' lagi adalah sekte Itsna Asyariyyah lagi populer2nya saat ini, entah ketabahan macam apa yg mereka miliki sehingga lahir berjilid2 besar kitab2 rujukan utama mereka seperti Ushul al-Kafi oleh al-Kulaini, Man Laa Yahdhuruhul Faqih oleh ash-Shaduq al-Qummi, at-Tahdzib oleh Abu Ja'far ath-Thusi,  al-Istibshar juga oleh ath-Thusi (quartet referensi utama mereka) berikut kitab2 rujukan setelahnya. Berjilid jilid kebohongan dibuat alur riwayatnya eksklusif dari imam-imam ‘ahlil bait’ saja katanya.

Dari rujukan-rujukan tersebutlah terbit berbagai kesesatan syiah itsna asyariyyah yg nyata seperti:

1. faham Badaa' yg intinya bahwa Allah bisa saja tak tahu apa yg terjadi kemudian sampai hal tersebut terjadi.

2. faham Imamah atau wilayah yg  berisi keyakinan bahwa Ali beserta keturunannya khususnya anak keturunan Husain sajalah yg berhak menjadi khalifah dan imam kaum muslimin. Sedangkan Abu Bakr, Umar dan Utsman adalah para perampas dan oleh sebabnya mereka patut dilaknat dan kekal dlm neraka. Bahkan khusus dikarang dan dilantunkan selalu doa yang berisi laknat terhadap mereka dan di tanah Iran sana dibuat pula kuil megah khusus untuk pembunuh Umar Abu Lu’lu al-Majusi untuk diziarahi dan dipuja.

3. keyakinan bahwa alquran yg ada pada kaum muslimin sekarang pada hakekatnya telah diubah. Sebab yg asli sedang hilang disembunyikan oleh Muhammad bin Hasan al-Askari imam ke 12 mereka yg saat ini sedang bersembuyi di gua dekat samarra.

4. Taqiyyah yg harus dijadikan ajaran pokok dalam agama ( syiah tentunya). Belum sempurna agama seseorang katanya bila belum bertaqiyyah yang tidak lain sebenarnya adalah sebentuk kepura-puraan bila tidak ingin disebut kemunafikan.

5. Mut'ah (mungkin ini yg paling mengasyikkan bagi mereka penyembah nafsu berkedok agama) yg memiliki keutamaan sangat tinggi sehingga orang paling mulia adalah yg paling banyak laksanakan mut'ah.


Demikian secara singkat dhalalat ( kesesatan) mereka yang dengan rinci telah dijelaskan para Ulama dalam berlimpah literatur Firaq tentang agama kebohongan ini. Sebagai contoh bisa dibaca uraian Syihristani dalam al-Milal wan Nihal, Ibnu Hazm dalam al-Fishal, Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah hingga karya-karya kontemporer yg luar biasa seperti Ensiklopedia Syiah oleh Dr Ali as-Salus, Ushul asy-Syiah oleh Dr Nashir al-Qifari, buku-buku tentang kesesatan Syiah oleh Ihsan Ilahi Zhahir maupun Ensiklopedia Singkat tentang Firaq wal Madzahib Terbitan WAMY. Belum lagi karya-karya  buku atau  artikel indonesia terbaru seperti buku ustadz M.O. Baabdullah, Mengenal dan Mewaspadai Syiah oleh tim penyusun MUI, tulisan-tulisan Fahmi Salim, MA, buku-buku aliran sesat olehLPPI yang dipimpin Amin Jamaluddin, sehingga literatur tentang mereka sangat berlimpah serta sudah disusun berdasarkan fakta-fakta yang tercantum dalam kitab-kitab Syiah orisinal. Akan sangat panjang rasanya bila semua dikupas dalam satu kajian ini. Sekian dulu semoga bermanfaat. Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar