Alhamdulillah, Shalawat dan Salam keatas
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, keluarganya dan para Shahabatnya.
"Tidak kudapati satu sekte pun yang
paling pendusta selain Rafidhah"
Demikian
asy-Syafi'i rahimahullah memberikan penilaian terhadap Syiah Rafidhah atau yg
dikenal pula dengan Itsna ‘Asyariyyah alias Syiah 12 Imam yg saat ini sedang
berada dalam satu fase pergerakannya untuk menyebar faham penuh dustanya serta
menancapkan pengaruhnya di seantero dunia.
Asli tulisan
ini adalah pengantar kajian di sebuah grup whatsapp pada tanggal 16 oktober
2015. Setelah diedit sana sini jadilah tulisan ini akhirnya. Harapannya dapat
memperluas manfaatnya kepada para pembaca sekalian. Terimakasih atas waktu yang
disediakan untuk membacanya.
Kembali
kepada tema kita, betapa tidak kita katakan penuh kedustaan dan berdarah-darah
kalau sejak lahir dan berkembang hingga saat ini selalu terlibat dengan dusta,
pembunuhan, pengkhianatan, dan penghalalan seks bebas terselubung. Puncak
kesesatan itu adalah ketika semua tindakan biadab itu distempel dengan tinta
para Mullah dan serigala berjubah dilenngkapi sorban putih melilit kepala.
Mereka mampu menulis dan mengajarkan kebohongan, sumpah serapah serta omong
kosong yang dibungkus dalam kitab-kitab besar berjilid-jilid.
Horor
betul tampaknya. Ya itulah fakta historisnya yang tercatat dalam lembaran
sejarah dunia, walau dicoba dikaburkan dan disimpangkan faktanya. Tanyalah tanah
Karbala siapa yang sebetulnya telah mengantarkan Husain putra Ali syahid
terzhalimi, tanyalah sudut-sudut Baghdad dan tepian sungai Euphrat dan Tigris siapa pembuka jalan Holako
bersama pasukan Tatarnya menyapu dan menumpahkan jiwa, harta dan kehormatan
kaum muslimin, tanya pula kairo dan aleksandria apa yang telah dilakukan
pasukan Ubaidiyyah terhadap penduduk sunni saat mereka berkuasa..
Syiah
sejatinya hanyalah sebuah kosa kata yg berarti pendukung, penolong, golongan,
pengikut. Tidak lebih. Alquran menggunakan kata ini dlm Maryam 69 bermakna
kelompok, jamaah atau ummat, dalam al-An'am 159 bermakna firqoh atau kelompok/golongan,
dalam al-Qamar 51 dengan arti orang2 semisal, dalam al-Qashash 15 dengan makna
pengikut, loyalis dan penolong. Dan itulah makna2 kata syiah secara kebahasaan.
Makna inipun
tidak berkembang jauh pada masa dekat terjadinya pertikaian Ali dengan Muawiyah
setelah Shiffin. Satu pihak yg mendukung kebijakan Ali Sang Khalifah terbaiat saat itu disebut dengan
syi'ah Ali sedangkan yg lebih cenderung membela Muawiyah disebut Syiah
Muawiyah. Artinya masing2 adalah kelompok atau golongan loyalis mereka. Fakta
sejarahnya sekalipun mereka bertikai secara fisik akan tetapi tidak ada yg
mengkafirkan satu dengan yg lain bahkan bisa bertukar giliran mengambil air
dari sumber yg dikuasai oleh satu pihak.
Tidak
dikenal pengkafiran atau melempar ejekan menghina dari satu pihak kpd yg lain.
Perbedaan yg terjadi adalah perbedaan ijtihad kebijakan politik yg masing2
punya dalil alasan syar'ie. Sehingga pada masa Hasan bin Ali beliau rela
menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah seorang.
Berbeda
halnya ketika kalimat Syiah ini mengalami perkembangan makna dari sekedar
perbedaan tersebut diatas hingga berubah pada tafdhil atau mengutamakan
Ali daripada sahabat lain. Dukungan
semacam ini terlihat pada beberapa tabiin seperti Abul Aswad ad-Duali, Yahya
bin Ya'mur, Salim bin Abi Hafshah, termasuk Abdurrazzaq bin Hammam dari Yaman penulis
al-Mushannaf yg tergolong karya rujukan awal dlm hadits.
Tetapi
rupanya term syiah terus berkembang - berkat jasa Abdullah bin Saba' - hingga
sampai pada faham ekstrim melebihkan Ali, dan bahwa haknya sebagai khalifah
dirampas oleh Abu Bakr dan Umar, mengkafirkan semua sahabat apalagi yg hadir
dalam peristiwa Ghadir Khum, kecuali beberapa orang saja, melaknat Aisyah dan Hafshah,
bahkan terekstrim adalah faham menuhankan Ali. Radhiyallahu 'anhum wa Akhzaa
Man Sabbahum. Berdasarkan beberapa pendapat yg diyakini dari biasa hingga
ekstrim kemudian syiah diklasifikasikan menjadi beberapa sekte. Beberapa yang
masih hidup hingga sekarang adalah Itsna ‘Asyariyyah atau dengan Ja’fariyyah,
Ismailiyyah, Nushairiyyah dan Zaidiyyah.
Secara
terminologis Dr. Ghalib al-'Awaji (1999) memilih definisi berikut: Syiah adalah nama yg diberikan bagi semua
orang yg mengutamakan Ali dari Khulafaur Rasyidin sebelumnya dan memandang
bahwa 'ahlul bait' lebih berhak atas kekhalifahan serta batalnya kekhalifahan
selain mereka. Definisi ini disebut yg paling mencakup pengertian seluruh sekte
syiah yg ada.
Pembahasan
akan lebih meluas bila ditelusuri munculnya beberapa sekte syiah. Diantaranya
yg terkenal seperti diklasifikasikan beberapa pakar firaq adalah Sabaiyah,
Kaisaniyah, Zaidiyah, dan Rafidhah (yg
pada awalnya berjuluk Imamiyah).
Syiah
bau amis darah karena sepanjang sejarahnya telah menumpahkan darah kaum
muslimin seperti pembunuhan Husain dan keluarganya, beberapa upaya
pemberontakan masa Bani Umayyah dan Abbasiyah, peranan intelijen dan
pengkhianatan masa kejatuhan Baghdad, penguasaan atas Mesir, kolaborasi dengan
kristen dlm aneksasi terhadap al-Aqsha dan sekitarnya, pemaksaan faham Syiah
terhadap rakyat Iran sejak masa dinasti Shafawid hingga saat ini.
Sedangkan
dalam konteks penanaman faham dan penyebaran ajaran maka Syiah telah dikenal
sejak masa pembukuan hadits sebagai para pembuat hadits palsu. Lebih 'ajib'
lagi adalah sekte Itsna Asyariyyah lagi populer2nya saat ini, entah ketabahan
macam apa yg mereka miliki sehingga lahir berjilid2 besar kitab2 rujukan utama
mereka seperti Ushul al-Kafi oleh al-Kulaini, Man Laa Yahdhuruhul Faqih oleh ash-Shaduq
al-Qummi, at-Tahdzib oleh Abu Ja'far ath-Thusi,
al-Istibshar juga oleh ath-Thusi (quartet referensi utama mereka) berikut
kitab2 rujukan setelahnya. Berjilid jilid kebohongan dibuat alur riwayatnya
eksklusif dari imam-imam ‘ahlil bait’ saja katanya.
Dari
rujukan-rujukan tersebutlah terbit berbagai kesesatan syiah itsna asyariyyah yg
nyata seperti:
1. faham Badaa' yg intinya bahwa Allah bisa
saja tak tahu apa yg terjadi kemudian sampai hal tersebut terjadi.
2. faham Imamah atau wilayah yg berisi keyakinan bahwa Ali beserta keturunannya
khususnya anak keturunan Husain sajalah yg berhak menjadi khalifah dan imam
kaum muslimin. Sedangkan Abu Bakr, Umar dan Utsman adalah para perampas dan
oleh sebabnya mereka patut dilaknat dan kekal dlm neraka. Bahkan khusus
dikarang dan dilantunkan selalu doa yang berisi laknat terhadap mereka dan di
tanah Iran sana dibuat pula kuil megah khusus untuk pembunuh Umar Abu Lu’lu
al-Majusi untuk diziarahi dan dipuja.
3. keyakinan bahwa alquran yg ada pada kaum
muslimin sekarang pada hakekatnya telah diubah. Sebab yg asli sedang hilang
disembunyikan oleh Muhammad bin Hasan al-Askari imam ke 12 mereka yg saat ini sedang
bersembuyi di gua dekat samarra.
4. Taqiyyah yg harus dijadikan ajaran
pokok dalam agama ( syiah tentunya). Belum sempurna agama seseorang katanya
bila belum bertaqiyyah yang tidak lain sebenarnya adalah sebentuk kepura-puraan
bila tidak ingin disebut kemunafikan.
5. Mut'ah (mungkin ini yg paling
mengasyikkan bagi mereka penyembah nafsu berkedok agama) yg memiliki keutamaan
sangat tinggi sehingga orang paling mulia adalah yg paling banyak laksanakan
mut'ah.
Demikian
secara singkat dhalalat ( kesesatan) mereka yang dengan rinci telah dijelaskan
para Ulama dalam berlimpah literatur Firaq tentang agama kebohongan ini. Sebagai
contoh bisa dibaca uraian Syihristani dalam al-Milal wan Nihal, Ibnu Hazm dalam
al-Fishal, Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah hingga karya-karya kontemporer
yg luar biasa seperti Ensiklopedia Syiah oleh Dr Ali as-Salus, Ushul asy-Syiah
oleh Dr Nashir al-Qifari, buku-buku tentang kesesatan Syiah oleh Ihsan Ilahi
Zhahir maupun Ensiklopedia Singkat tentang Firaq wal Madzahib Terbitan WAMY.
Belum lagi karya-karya buku atau artikel indonesia terbaru seperti buku ustadz
M.O. Baabdullah, Mengenal dan Mewaspadai Syiah oleh tim penyusun MUI, tulisan-tulisan
Fahmi Salim, MA, buku-buku aliran sesat olehLPPI yang dipimpin Amin Jamaluddin,
sehingga literatur tentang mereka sangat berlimpah serta sudah disusun
berdasarkan fakta-fakta yang tercantum dalam kitab-kitab Syiah orisinal. Akan
sangat panjang rasanya bila semua dikupas dalam satu kajian ini. Sekian dulu semoga
bermanfaat. Wallahu A'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar